Sabtu, 29 April 2017

Perang dalam Islam

Perang dalam Islam
Perang dalam Islam
“Perang Adalah Tipuan (al-Hadis)”
Itulah gambaran Rasulullah SAW tentang perang. Jika kita melihat tentang sejarah peperangan yang telah terjadi sejak masa Nabi Muhammad SAW, sampai sekarang, ternyata perkataan beliau benar, karena tidak jarang ketika telah terjadi peperangan dan terdapat penyusup bermodal tipuan serta sifat dari para pelakunya.
Pada tahun 9 H, Rasulullah mengirim 3000 pasukan untuk menaklukkan Mu’tah. Panglima Zaid bin Haritsah terus melakukan penyerangan walaupun jumlah tentara musuh melebihi pasukan yang ada di kubu Islam yang mencapai 200.000 bala tentara yang bersenjatakan lengkap, hingga akhirnya panglima pasukan Islam di waktu itu gugur di medan peperangan.
Setelah panglima pasukan Islam mengalami beberapa kali pergantian, komando peperangan diserahkan kepada Shahabat Khalid bin Walid. Untuk mengurangi jumlah korban yang terus berjatuhan dan mampu mengalahkan tentara kafir dari Byzantium, beliau menjalankan taktik baru dan tidak pernah dipakai di berbagai peperangan Islam. Taktik atau strategi itu adalah menempatkan pasukan yang tidak menunggangi kuda di depan dalam keadaan berjejer. Sejenak kalau dilihat seakan terdapat pasukan sangat banyak tatkala menempatkan pasukan yang berkuda jauh berada di belakang. Uniknya ekor-ekor kuda tersebut diikat dengan daun kurma.
Taktik ini membuat tentara Byzantium tertipu. Mereka mengira pasukan Islam mendapat bantuan pasukan yang jumlahnya sangat banyak dan lebih besar daripada sebelumya. Dan lagi-lagi pasukan Byzantium makin bergetar ketika melihat pasir-pasir yang berhamburan di udara dan terdengar suara gertakan kaki kuda yang sangat banyak. Padahal pasir-pasir yang berhamburan itu disebabkan daun kurma yang ditarik oleh kuda-kuda yang berlari dengan kencang.
Ketika melihat pasukan Islam mundur ke daerah gurun, pasukan Byzantium tidak melakukan pengejaran dan menjauhi daerah Mu’tah yang menjadi medan peperangan, mereka mengira pasukan Islam mundur karena akan memancing mereka dan melakukan serangan kembali. Nah, dengan mundurnya pasukan Byzantium, pasukan Islam mendapatkan kemenangan, walaupun jumlahnya sangat minim sekali dibanding pasukan Byzantium, disebabkan strategi jitu yang dibuat oleh Khalid bin Walid yang menjadi panglima tentara dikala itu. Islam berhasil mengangkat martabatnya di mata para musuhnya dan membuat getar, takut untuk melakukan peperangan kembali dari pihak mereka yang sangat benci kepada agama Islam.

 Oleh: Mat al-Wasui

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon