Jumat, 03 Maret 2017

Pengertian sabar dan macam-macam jenisnya

perempuan sabar merenung

Batas sabar dalam menghadapi musibah sebenarnya tergantung pada masalah yang dihadapi. Sebagaimana telah dijelaskan oleh ulama, bahwa sabar itu ada tiga: pertama, sabar menghadapi maksiat. Jika orang meninggalakn hal-hal yang dilarang oleh Allah seperti perbuatan zina, minum-minuman yang memabukkan , dan lain sebagainya, maka orangitu sudah dikatakan sabar dalam urusan meninggalakn maksiat.
Kedua, sabar dalam melakukan ketatan terhadap Allah. Sabar ini diwujudkan dengan mengerjakan taat kepada Allah sesuai yang diperintahkannya. Maka seseorang sudah termasuk orang yang sabar dalam ketaatan jika sudah taat pada Allah.
Ketiga, sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah, dalam cobaan ini ada dua macam: ada cobaan yang bentuknya nikmat, ada juga yang bentuknya berupa hilangnya nikmat atau tidak diberi nikmat.
Cobaan yang bentuknya nikmat adalah seperti orang yang diberi kecukupan harta, sehingga ia menjadi orang kaya raya. Jika orang tersebut masih tetap melakukan sesuatu pada hartanya sesuai yang telah digariskan oleh syariat, maka orang tersebut dikatakan orang yang sabar menghadapi cobaan yang berupa nikmat yang diberikan Allah.
Sedangkan sabar terhadap cobaan yang bentuknya hilangnya nikmat, adalah seperti seseoarang yang dicoba dengan kekurangan harta atau fakir miskin jika ia menghadapi cobaan itu dengan sabar, tidak mengeluh sedikit pun, dan merasa cukup dengan apa yang ia miliki, maka ia termasuk orang yang sabar dalam hal hilangnya nikmat. Seperti orang yang buta namun ia tetap tabah dan dan pasrah atas semua yang telah diberikan padanya dan ia menerima takdir pada dirinya maka ia bisa dikatakan orang yang sabar.

Masih banyak lagi contoh-contoh sifat sabar yang lain, seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam karya monumentalnya “Ihya’ Ulumiddin.”'

Jufri Toyyib F-16


EmoticonEmoticon