Rabu, 01 Maret 2017

Iri dengki dan perjalanan agama samawi


Dengki ibarat virus, ia teramat halus untuk dirasakan, namun sangat mematikan, virus yang merasuk dalam “proses” penguasa akan membuat kebijakannya menjadi belati bermata dua. Jika masuk dalam kalbu ulama akan membuat infeksi ilmunya dan niat akhirat menjadi niat dunia. Jika masuk di hati para pedagang maka pasar akan sakit oleh permainan spekulasi dan kalkulus membabi buta.
Dengki akan mengundang banyak saudara kecongkakan, kejahatan serta dusta, fitnah, dan juga perang saudara, dengki telah banyak mengubur nyawa.
Anak cucu Ibrahim sebagai bapak agama monoteisme dari keluarga Ishaq telah lahir agama Yahudi dan Nashrani. Sedangkan dari keluarga Ismail telah lahir agama Islam, namun sejarah mencatat betapa pergulatan sengit ketiga agama ini tiada akhir, untuk merebut supremasi seakan ingin menjadi putra tunggal Ibrahim.
Penyalipan Isa al-Masih serta perburuan Hawari dan para pengikutnya dilatari oleh kedengkian Yahudi. Lalu sepanjang abab ke-V sampai XV Masehi di Eropa dan Rusia, Nashrani membalas dengan menjadikan Yahudi sebagai objek buruan dan penindasan, bahkan inkuisisi dan di zaman Nabi Muhammad SAW, Yahudi menjadi bangsa usiran dari Madinah. Arabian sebagai gelang perseteruan Islam melawan Nashrani banyak disebut dalam kisah Perang Salib yang berlanjut dengan perang Eropa melawan Turki Utsmani hingga perang dunia 1. Sekarang tiga kekuatan ini masih senantiasa bermanuver dan bermain strategi.
ولن ترضي عنك اليهود ولاالنصارى حتى تتبع ملتهم
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan rela sampai kalian mengikuti agama mereka”(al-Baqarah: 120).
Oleh: Mat al-Wasul

Pps: N-01 Surabaya


EmoticonEmoticon